Meskipun terdapat berbagai keuntungan yang dapat diberikan oleh penyandang disabilitas kepada perusahaan, masih banyak perusahaan yang ragu-ragu atau bahkan enggan dalam hal mempekerjakan orang dengan disabilitas https://www.kompasiana.com/molzania1507/5beffe766ddcae715836ed24/berkarya-untuk-bangsa-harapan-baru-penyandang-disabilitas. Mereka melihat bahwa mempekerjakan beberapa penyandang disabiltas sebagai hal yang baik untuk dilakukan tetapi tidak melihatnya sebagai bagian dari strategi yang akan menguntungkan perusahaan. Pola pikir itu menempatkan perusahaan pada posisi yang kurang menguntungkan dalam hal mendapatkan dan meningkatkan bakat yang mereka butuhkan di pasar kerja yang ketat saat ini. Mempekerjakan orang dengan disabilitas tidak perlu biaya lebih dari mempekerjakan seseorang tanpa disabilitas. Akomodasi untuk sebagian besar penyandang cacat tidak dikenakan biaya. Dan ketika ada biaya yang diperlukan untuk menyediakan teknologi atau alat lain di kantor biasanya ada insentif pajak yang tersedia untuk membantu. Selain itu, penelitian terbaru menemukan korelasi kuat antara kinerja keuangan dan praktik inklusi disabilitas yang berkembang dengan baik.

Perusahaan dapat memperbarui pemikiran dan strateginya terkait dengan kategori tenaga kerja dan bakat yang seringkali diabaikan ini dengan cara melakukan identifikasi dan ubah proses yang mendukung bias yang tidak disadari. Pastikan proses perekrutan Anda tidak menghambat pelamar dengan disabilitas, atau membatasi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang yang mereka kuasai. Inklusivitas juga perlu diberlakukan untuk pengembangan orang dan proses pelatihan. Bahkan perubahan kecil dalam program pelatihan standar dapat membuat perbedaan besar.

Perusahaan harus membantu semua karyawan memahami tantangan yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas dan mampu berkontribusi serta menawarkan solusi. Sedikit usaha ekstra di bidang ini akan sangat membantu menciptakan lingkungan kerja di mana setiap karyawan dapat memberikan kontribusi yang terbaik. Perusahaan harus mempertimbangkan pelatihan yang diperlukan untuk semua karyawan dengan dan tanpa disabilitas, terutama siapa pun dalam manajemen atau pengawas. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu orang lebih memahami dan berempati dengan tantangan yang mungkin dihadapi rekan mereka dan mengurangi stigma buruk orang dengan disabilitas. Setiap orang juga harus tahu tentang alat dan akomodasi yang tersedia untuk para penyandang disabilitas, sehingga beban mencari solusi tidak hanya pada penyandang disabilitas itu sendiri.