Masyarakat penyandang disabilitas berhak mendapatkan perlindungan oleh orang-orang di sekitarnya bahkan oleh negara sekali pun. Bahkan masyarakat dunia pun turut memberikan perhatian penuh kepada para penyandang disabilitas dengan adanya Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiiap tanggal 3 Desember kompasiana.

Tak hanya perlindungan, penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan hidup yang layak seperti halnya orang-orang non-disabilitas. Mereka berhak mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi dirinya secara mandiri. Hal ini pun telah tertuang di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas bahwa para penyandang disabilitas berhak mendapatkan pekerjaan yang layak. Begitu pula dengan perusahaan, yang telah diatur oleh pasal 53 ayat 1 dari Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 menyebutkan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) wajib mempekerjakan sedikitnya 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja atau pegawai yang ada. Sedangkan pada ayat 2, perusahaan swasta wajib mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas dari karyawan atau pegawai yang ada.

Di Indonesia sendiri, harus diakui, belum banyak perusahaan yang secara terbuka membuka lowongan bagi penyandang disabilitas. Hal ini disebabkan banyak faktor, seperti aksesibiltas tenaga kerja penyandang difabilitas saat melakukan pekerjaan juga dari faktor mobilitasnya. Di Yogyakarta sendiri, dari 400 perusahaan besar yang ada baru sekitar 44 perusahaan yang memperkerjakan penyandang disabilitas.

Sementara di luar negeri, sudah banyak perusahaan besar yang memperkerjakan penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja mereka. Mereka mampu menciptakan kantor yang inklusif. Menciptakan kantor yang inklusif dapat membangun tenaga kerja kantor tersebut enjadi masyarakat yang inklusif, mereka dapat menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar sesama, serta tidak membeda-bedakan satu sama lain. Contoh perusahaan luar negeri yang sudah memperkerjakan penyandang disabilitas adalah di antaranya Microsoft, Starbucks, National Security Agency atau NSA, Boeing, The Hersheys Company, dan Procter & Gamble.

Perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah mampu memperkerjakan penyandang disabilitas—meski belum banyak—sudah menunjukkan langkah yang positif yang mampu menjadi contoh perusahaan lainnya untuk menjadi perusahaan inklusif. Penyandang disabilitas bisa dan mampu bersaing dengan non-disabilitas, bisa diberi kesempatan.